Aku Bahagia, Meski Engkau Hanya Singgah,
Tuhan
menciptakan kita masing-masing untuk mengenal salah, sebelum akhirnya kita
memilih menetap. Menciptakan beberapa pilihan, dan akhirnya kita jauh lebih
dewasa menghadapi masa-masa. Setelah ini, jauh bukan berarti jarak, hati yang
sudah lama tidak saling mendoakan juga akan saling menjauh. Kalau dia orangnya,
teruslah mengingatnya. Dekatkan dengan doa-doa.
Satu rutinitas
yang masih tetap akan kulakukan setelah ini ialah mendoakan segala kebaikanmu,
sekalipun aku harus kehilangan kabar dan semua hal tentangmu. Tak akan ada hari
libur untuk rindu. Terlebih untuk sebuah perjuangan mendamaikan perasaan. Tak
ada lagi tanggal merah sejak saat ini.
Terimakasih
untuk mau bertahan di tengah ketidakpastian. Terimakasih sudah memutuskan
bersama di antara ragu akan dukungan semesta. Terimakasih telah meluangkan
waktu meski harus terburu-buru.
Bagimu yang sedari tadi sudah mengeluarkan banyak energi. Percayalah, tak akan ada
yang sia-sia dari usaha seorang pejuang sejati.
Terimakasih
telah menjadi bagian dalam hidupku. Sekali lagi terimakasih. Meski hadirku tak
dinanti, aku percaya, kita bertemu sama-sama di depan Baginda Nabi, dengan
pengakuan bahwa kami dulu pernah dengungkan namanya beberapa
kali.
Allahumma
shalli ‘ala sayyidina Muhammad.

Wiih mantap kak, kata²nya renyah banget buat di baca.
BalasHapus