Untukmu, Kembalilah Peka;
Untuk yang merasa hidup
ini sepi, coba ingat lagi. Sudah berapa ribu semburat mentari menyapa kita di
pagi hari? Sudah berapa banyak kicauan burung bersenandung menghibur pun menenangkan
hati? Sudah berapa sering alam melukiskan dirinya di kala semua penat mulai
menjangkiti?
Sayangnya masterpiece tadi tidak adil kita apresiasi. Saking seringnya terlihat, kita menganggap semua itu hanya hal lewat. Sementara jika itu buah karya manusia, pasti dengan tepukan meriah kita membanggakannya. Jika dengan manusia bisa sebegitu megah mengapreasiasinya, lantas bagaimana dengan Sang Pencipta Semesta?
Kalau kita mau lebih peka
lagi, ada keindahan baru tiap harinya; dari tetesan air yang menunduk pasrah ke
bumi; dari nyanyian burung yang bertasbih-bersenandung menggiring mendung; dari
ikhlasnya pohon yang berbuah dipenuhi gizi; dari indahnya bunga yang merekah, menggiring
sedekah pada kumbang agar bertenaga; dari gemerlap cahaya gagah yang
menyelimuti malam sebagai pertanda Sang Maha Perkasa. Memecah senyapnya hati
yang sering merasa sepi, bahwa Yang Maha Penyayang selalu mengawasi. Menghapus rasa
cemas, bahwa kita dalam penjagaan Yang Maha Tak Terbatas.
Semua ini bukan hanya
sekedar penghias bumi belaka. Melainkan pertanda bahwa Dia selalu bersama kita.
Semua apa yang diberikan kepada kita merupakan rahmat yang tak terhingga. Untuk
menjadi pengingat bahwa suatu saat kita akan kembali kepada-Nya. Allah. Rab
Azza wa Jalla.
Komentar
Posting Komentar