SEBUAH NAMA,
Jika
kita mengikuti sudut pandang yang digunakan oleh vokalis group band Letto, Sabrang
Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan nama Noe Letto, maka setiap nyanyian
seakan berubah menjadi pujian, setiap melodi seakan berubah menjadi tasbih, dan
setiap lirik-kata seakan bernilai seperti ibadah. Tidak terkecuali untuk lagu
percintaan kisah-kasih dalam romantika kehidupan muda-mudi sekalipun. Intinya,
yang awalnya bernilai duniawi akan bergeser ke arah nilai-nilai ukhrawi.
Satu
di antara lagu yang menjadi fokus perhatian saya ialah lagu yang berjudul “Sebuah
Nama.” Lagu ini diciptakan oleh Bang Haji Rhoma Irama dan dinyanyikan dengan ciamik
oleh Elvy Sukaesih, selang beberapa waktu kemudian dinyanyikan ulang oleh
Intan Ali. Lagu yang berdurasi kurang dari tiga menit ini hampir di akhir bait
setiap liriknya berima “a.” Dan nyaris sempurna tersusun atas lima kata pada tiap
baitnya. Seakan Bang Haji paham benar dengan kaidah Aruld wa Qowafi, sehingga
wazan dan tafâ’il-nya tidak rancau, saling keterkaitan dan penuh dengan
keindahan.
Tapi,
bukan karena faktor tadi saya menaruh hati. Melainkan pada makna implisit yang
diciptakan.
“Sebuah Nama” merupakan lagu yang menceritakan tentang seseorang yang sedang dilanda kasmaran. Sehingga, dengan hanya menyebut namanya, emosi jiwa menjadi tidak stabil. Satu waktu bisa menangis, di waktu yang lain bisa tertawa, sekaligus bisa bahagia. Satu nama yang sangat berarti. Apapun karenanya, terkesan menjadi sebuah sebab atas kehidupan yang terjadi sehari-hari. Canda, tawa, tangis, dan bahagia.
Bayangkan
saja, jika satu nama yang dimaksudkan itu adalah Nabi Muhammad SAW. Selesailah
sudah apa yang dibid’ahkan dan apa yang diharamkan.
Bagi
mereka yang sedang dimabuk asmara, terucap begitu rapat nama yang ia idamkan. Seakan,
setiap keindahan yang ada di dunia ini hanya fokus menggambarkan perangai yang
mereka cintai. Suasana begitu berubah kala namanya disebutkan. Kedua matanya
berbinar, pipi jingga merona, dan jantung seakan berdegup tanpa etika,
meronta-ronta.
Benar,
pepatah Arab pernah berkata: مَنْ أَحَبَّ شَيْأً
أَكْثَرُ ذِكْرِهِ ““Siapa yang mencintai sesuatu pastilah ia banyak
menyebutnya.”

Komentar
Posting Komentar